2 oktober 2011
Hari minggu, akan diadakan halal bihalal untuk alumni Pondok Pesantren Darul Ulum regional Surabaya. Begitu gentar hatiku untuk datang, apalagi di acara tersebut didatangi oleh pengasuhku, Kyai Cholil Dahlan. Betapa tidak gentarnya aku jika aku memang belum bisa mengamalkan sepenuhnya amalan yang aku dapatkan selama 3 tahun di Pondok Pesantren tersebut. Aku hanya menyia-nyiakannya saja, nggak ada yang bisa dibanggakan sama sekali.
Berbeda sekali selama di pondok dulu, pergaulan sungguh sangat dijaga. Tidak ada yang namanya kontak langsung dengan lawan jenis, mungkin hanya ada keperluan untuk sekedar bisa berkomunikasi, atau entah apalah alasan mereka. Tetapi di sini, sekarang aku merasakan kebebasan itu, tapi rasanya sungguh sangat berkebalikan dengan apa yang aku rasakan di pondok pesantren dulu, suatu penjara suci bagiku. Bagaimana tidak, kita hanya melakukan kegiatan yang mungkin bisa dibilang suci, semuanya serba terkontrol oleh pengasuh kita. Di sini, mungkin kita bisa bergaul dengan bebas, tidak dilarang memang, tapi itu semua kan harus ada batasnya.
Halal bihalal kali ini, aku merenung lagi tentang semua yang dikatakan oleh Pak Kyai Cholil Dahlan dalam sambutannya. Bahwa banyak sekali orang pintar tetapi tidak bisa mengamalkan ilmunya, naudzubillah. Kenyataannya semakin membuatku minder, sebab ada salah seorang temanku yang begitu pahamnya tentang mata kuliah, tetapi aku, apa yang bisa aku pahami, hanya bermodal hapalan saja saat menjelang ujian, masya Allah. Aku selalu berfikir, apa sih yang bisa aku berikan? Bahkan aku sudah bisa menduga jawabanku sendiri, kalo aku nggak bisa memberikan sesuatu jika aku memang tidak memperlajari dengan sungguh-sungguh sesuatu itu.
Berbekal jarkom yang dikirim ke seluruh angkatan, panitia menatap optimis bahwa acara akan berjalan sukses, kenyataannya begitu. Mungkin hanya segelintir orang saja yang bisa datang, tetapi mereka sudah memberikan yang terbaik terhadap acara ini, suatu kontribusi yang susah dijelaskan dengan suatu reaksi SN1 maupun SN2. Berangkat secara berkoloni di depan halte kampus B unair, kita berangkat menuju tempat tujuan. Berangkat dengan satu visi, silaturrahim dengan sanak saudara yang lain. Acaranya dimulai sesudah isya di masjid, sebelumnya kita sudah berada di lokasi untuk sekedar mempersiapkan segala macam apa yang dibutuhkan. Aku kebagian tugas sebagai penerima tamu bersama Adit yang tugasnya menunggu daftar hadir ke setiap tamu yang datang dan memberikan konsumsi berupa air mineral dan kue. Senangnya bisa membantu mereka, walaupun tidak seberapa besarnya bantuanku.
Setelah acara selesai, kita semua berhamburan untuk pulang, sebab sudah jam 11 malam dan besok kita harus menjalani rutinitas kuliah masing2. Untuk semua alumni Pondok Pesantren Darul Ulum, kita sebagai santri seharusnya bisa segalanya, pesan dari pak kyai cholil.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 comments:
Posting Komentar